Skip to content
Sumba Island

Camping di Sumba: View Savana Dan Pantai

Pastinya kamu pernah lihat, foto-foto Sumba di media sosial yang bagus dan indah itu. bukit savana bergelombang, kuda-kuda liar, langit yang penuh bintang, dan tenda kecil di tengah semuanya. Yap, kamu gak salah, tempat itu memang ada.

Yang gak diceritakan foto itu adalah bahwa di sebagian besar lokasi tersebut, gak ada pengelola, gak ada toilet, gak ada warung, dan gak ada orang yang akan datang menolong kalau ada apa-apa. Camping di Sumba dan camping di Ranca Upas adalah dua kegiatan yang berbeda meskipun namanya sama.

Kalau kamu siap dengan itu, Sumba adalah salah satu tempat berkemah paling luar biasa di Indonesia.

Baca juga: https://ezcamp.id/wisata-alam-di-lombok-yang-lagi-viral-dari-bukit-hingga-pantai-tersembunyi/

Lokasi yang layak kamu pertimbangkan

1. Bukit Wairinding, Sumba Timur

Ikon savana Sumba, sekitar 30 menit berkendara dari Waingapu. Bukit-bukit bergelombang yang berubah warna mengikuti musim: hijau saat musim hujan, keemasan saat kemarau.

Sunrise dan sunset di sini adalah alasan utama orang datang. Tidak ada fasilitas umum di area kemah, jadi semua yang kamu butuhkan harus kamu bawa sendiri.

2. Savana dan Pantai Puru Kambera, Sumba Timur

Sekitar 25 km dari Waingapu, di Desa Mondu, Kecamatan Kanatang. Yang membuat tempat ini istimewa adalah kombinasinya: savana dan pantai berpasir putih ada di lokasi yang sama, dan kuda-kuda liar berkeliaran di antaranya.

Jalan menuju ke sana sudah beraspal meski ada beberapa titik yang tidak rata. Fasilitasnya minim tapi ada.

3. Bukit Tenau, Sumba Timur

Lanskap savana yang sekelas Wairinding tapi jauh lebih sedikit pengunjungnya. Kalau kamu mau berkemah tanpa berbagi bukit dengan rombongan yang datang untuk berfoto, arahkan ke sini.

4. Pantai Mananga Aba, Sumba Barat Daya

Di perbatasan Desa Ramadana dan Karuni, Kecamatan Loura. Masih sangat sepi. Berkemah di pantai punya masalah sendiri (angin, pasir masuk ke mana-mana, tanah yang tidak memegang pasak dengan baik), tapi suasananya sepadan.

5. Tanjung Mareha, Sumba Barat Daya

Bukit yang menjorok ke laut, sekitar 50 km dari Tambolaka. Kamu berkemah di atas, dan pagi harinya langsung menghadap laut serta batu bolong di Pantai Bwanna di bawahnya.

Kapan waktunya yang tepat?

Musim kemarau, kira-kira Mei sampai September. Tanahnya kering, langitnya bersih, dan savananya berwarna keemasan.

Musim hujan bukan berarti tidak bisa. Savananya justru hijau dan menurut sebagian orang lebih indah. Tapi berkemah di tanah becek, di bukit terbuka, tanpa fasilitas apa pun, sambil berharap hujan berhenti, bukan pengalaman yang saya rekomendasikan untuk pemula.

Baca juga: https://ezcamp.id/glamping-di-ntt-surga-tersembunyi-yang-lagi-viral-di-media-sosial/

Gimana cara sampai ke sana?

Dua pintu masuk. Bandara Umbu Mehang Kunda (WGP) di Waingapu untuk Sumba Timur, dan Bandara Lede Kalumbang (TMC) di Tambolaka untuk Sumba Barat dan Barat Daya.

Kalau tujuanmu Wairinding dan Puru Kambera, terbang ke Waingapu. Dari sana, Puru Kambera sekitar satu jam berkendara. Kalau kamu salah pilih dan mendarat di Tambolaka, perjalanan daratnya bisa 4,5 jam.

Tidak ada transportasi umum ke lokasi-lokasi ini. Sewa mobil atau motor dari kota. Untuk berkemah dengan perlengkapan lengkap, mobil jauh lebih masuk akal.

Yang harus kamu bawa

Semuanya. Ini bukan gaya bahasa.

Air minum untuk seluruh durasi, dan lebih banyak dari yang kamu kira. Sumba panas dan kering. Makanan siap saji dan kompor. Tenda yang pasaknya kuat, karena angin di bukit terbuka bisa kencang. Jaket, karena malam di savana dingin meski siangnya terik. Tabir surya dan penutup kepala. Kantong sampah, dan bawa pulang semuanya.

Dan satu lagi yang sering dilupakan: izin. Banyak bukit dan savana di Sumba adalah tanah adat atau tanah warga. Sapa penduduk sekitar, jelaskan maksudmu, minta izin. Ini bukan formalitas, ini soal sopan santun dasar di tempat yang masyarakat adatnya masih kuat.

Kalau kamu belum siap

Sudah mulai muncul beberapa pilihan glamping di Sumba, sebagian dengan konsep tenda di tengah savana lengkap dengan kamar mandi dalam. Fasilitasnya menyelesaikan sebagian besar masalah di atas, dan harganya jelas berbeda jauh.

Buat trip pertama ke Sumba, atau kalau kamu bawa keluarga, ini pilihan yang masuk akal. Kamu tetap dapat savana dan langit malamnya, tanpa harus menghitung berapa liter air yang perlu dibawa.

Berkemah mandiri di Wairinding bisa jadi perjalanan berikutnya, setelah kamu tahu medan nya.